‡ Ini adalah lanjutan cerita dari “Petualangan Tesio.” ‡
Suara tangisan bayi itu membuat Tesio sangat ketakutan. Maklum, hutan kecil ini terkenal angker. Malah seringkali hutan kecil ini dijuluki tempat jin buang anak. Tentu saja reputasi hutan kecil ini membuat bulu kuduk Tesio bergidik.
Kontan saja Tesio lari terbirit-birit. Saking cepatnya Tesio berlari, dia tidak melihat sebuah batu besar di depannya. Kaki Tesio pun terantuk batu besar itu dan terjatuh. Sayangnya tangannya yang secara reflek menopang malah terpeleset sehingga Tesio pun jatuh masuk ke parit.
“Aduh… sakit sekali…”
Begitulah erangan Tesio di dasar parit yang sebenarnya tidak dalam itu. Hampir saja Tesio menangis sekeras-kerasnya kalau saja dia tidak mendengar suara tangisan bayi yang terdengar sangat dekat di telinganya.
Dengan perlahan-lahan karena ketakutan, Tesio mencoba membalikkan tubuhnya untuk melihat asal suara tangisan bayi tersebut.
Dan…
Dilihatnya sebuah handphone berkedip-kedip. Rupanya handphone inilah yang mengeluarkan suara tangisan bayi. Rupanya suara tangisan bayi itu hanya sebuah ring tone.
“Hu-uh…”
Dengan sedikit lega, akhirnya Tesio menumpahkan tangisannya di situ. Maklum, terantuk batu, jatuh dan kemudian tercebur di parit membuat tubuhnya sakit. Tapi yang lebih sakit adalah hatinya. Hiks…
Apa yang akan dilakukan Tesio dengan handphone temuannya? Pilih salah satu dari pilihan berikut:
a) Menyimpan handphone tersebut…
b) Membuang handphone itu ke dalam hutan kecil nan angker…
Tags: Komik Anda, Petualangan Tesio
