‡ Ini adalah lanjutan cerita dari “Petualangan Tesio.” ‡
Karena takut melewati hutan kecil nan angker yang ada suara tangisan bayinya itu membuat Tesio berbalik arah. Tesio berpikir alangkah lebih baiknya jika dia kembali dan melaporkan suara itu kepada Pak RT. Dengan bergegas Tesio pun berjalan ke rumah Pak RT.
Untunglah Pak RT belum berangkat kerja.
“Pak RT, tadi saya mendengar suara bayi di parit pinggir hutan.”
Begitu lapor Tesio kepada Pak RT. Kemudian Tesio pun menceritakan semuanya kepada Pak RT.
Sebenarnya Pak RT harus segera berangkat ke kantor karena ada rapat. Tetapi karena Tesio tampak sangat ketakutan dan tampaknya ceritanya sangat serius, maka Pak RT memutuskan untuk ikut dengan Tesio ke pinggir hutan. Siapa tahu ada kejadian yang heboh di sana dan bisa membuat pamornya meningkat.
“Mari kita lihat.” kata Pak RT. “Tapi saya akan mengajak Pak Satpam dulu, supaya kalau ada apa-apa dia bisa membantu kita.”
Setelah memanggil Pak Satpan, akhirnya mereka bertiga menuju ke hutan kecil.
Tapi suara itu sudah tidak ada lagi. Mereka bertiga pun menyisir parit di situ untuk mencoba mencari tahu kalau ada bayi di dalam parit.
Kebetulan sekarang sedang musim kemarau sehingga parit tidak terlalu banyak air. Mereka pun bisa melihat dasar parit dengan jelas.
Kurang lebih sudah sekitar 45 menit mereka menyisir parit tepi hutan, tapi tidak ada sesuatu yang mencurigakan di dalam parit. Pak RT pun mulai mengomel karena jadwal rapat-nya jadi terganggu. Padahal dalam rapat tersebut Pak Camat hadir dan Pak RT harus melaporkan kegiatan-kegiatan penting yang terjadi di lingkungannya.
“Hu-uh… Suara itu dari mana Tesio? Kok kita tidak menemukan apa pun di parit?” Kata Pak RT mulai sewot.
“Tttetapi tadi saya memang mendengar suara bayi, Pak.” Jawab Tesio.
“Iya, tapi mana bayinya?” Kata Pak Satpam menimpali dengan tidak kalah sewot.
Tesio pun cuma dapat tertunduk lesu. Akhirnya Pak RT dan Pak Satpam memutuskan untuk menghentikan pencarian. Sambil mengomel mereka pun pulang meninggalkan Tesio seorang diri.
“Duh… apa yang harus saya lakukan? Tadi saya memang benar-benar mendengarkan suara bayi.”
Tesio pun bingung karena suara itu telah hilang. Dia memutuskan untuk menunggu barang 15 menit lagi, siapa tahu suara itu timbul lagi.
Dan benar… tidak berapa lama kemudian suara bayi itu terdengar lagi. Sayangnya kali ini Pak RT dan Pak Satpam sudah pergi. Dan rasanya Tesio tidak mungkin memanggil Pak RT dan Pak Satpam lagi.
Apa yang akan dilakukan oleh Tesio? Pilih salah satu dari pilihan berikut:
Tags: Komik Anda, Petualangan Tesio
April 7, 2011 at 9:51 am
[...] c) Melapor ke Pak RT… [...]