‡ Ini adalah lanjutan cerita dari “Petualangan Tesio.” ‡
Karena penasaran dengan suara bayi itu, Tesio pun memberanikan diri untuk melongok ke dalam parit. Suara itu masih terdengar, tapi Tesio belum dapat melihat sumber suara itu. Tesio pun mencoba untuk melongok lebih ke depan lagi.
“Sreeeet…”
Tapi rupanya pinggir parit itu licin. Kaki Tesio pun terpeleset dan dia tidak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya. Tesio pun terjatuh ke dalam parit.
“Aduh… sakit sekali…”
Begitulah erangan Tesio di dasar parit yang sebenarnya tidak dalam itu. Hampir saja Tesio menangis sekeras-kerasnya kalau saja dia tidak mendengar suara tangisan bayi yang terdengar sangat dekat di telinganya.
Dengan perlahan-lahan karena ketakutan, Tesio mencoba membalikkan tubuhnya untuk melihat asal suara tangisan bayi tersebut.
Dan…
Dilihatnya sebuah handphone berkedip-kedip. Rupanya handphone inilah yang mengeluarkan suara tangisan bayi. Rupanya suara tangisan bayi itu hanya sebuah ring tone.
“Hu-uh…”
Dengan sedikit lega, akhirnya Tesio menumpahkan tangisannya di situ. Maklum, terantuk batu, jatuh dan kemudian tercebur di parit membuat tubuhnya sakit. Tapi yang lebih sakit adalah hatinya. Hiks…
Apa yang akan dilakukan Tesio dengan handphone temuannya? Pilih salah satu dari pilihan berikut:
a) Menyimpan handphone tersebut…
b) Membuang handphone itu ke dalam hutan kecil nan angker…
Tags: Komik Anda, Petualangan Tesio

October 24, 2009 at 1:56 pm
ah ceritanya kurang masuk akal padahal khan hutan kecil dan angker, sbnarnya masih ada cerita lain yg bisa di kembangkan.